Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak kita benar-benar berbakti kepada orang tua, mampu membanggakan orang-orang di sekitarnya, dan sukses dimanapun dia berada. Tapi semua itu tidak bisa instan. Butuh banyak pengorbanan dari orang tua, salah satunya adalah korban waktu & energi untuk mendidik anak dengan cara yang benar

cara mendidik anak

Cara mendidik anak memang bermacam-macam. Lain lingkungan, lain latar belakang, lain pula cara mendidik anak. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus kita pegang teguh dalam mendidik anak. Prinsip yang tidak boleh hilang meski cara mendidiknya berbeda. Karena prinsip-prinsip penting dalam kehidupan ini jika tidka kita tanamkan sejak dini tentu sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak kita kelak.

 

Apa saja prinsip penting pendidikan untuk anak kita? mari kita bahas satu persatu

Pertama, didiklah anak kita menjadi orang yang mandiri

mandiri dalam hal apapun. Kita mulai dari hal-hal yang paling kecil. Misal bagaimana mengatur tata letak kamarnya sendiri, bagaimana mengatur jadwal belajar yang menurutnya paling bagus, bagaimana mencuci baju sendiri dan merapikannya di lemari. Mulai dari hal-hal yang kecil seperti ini akan membuat anak kita menjadi pribadi yang mandiri, tidak bergantung kepada kita suatu saat nanti karena sudah dilatih untuk bertanggung jawab

Kedua, didiklah anak kita untuk jujur

Jujur bisa dalam perkataan, perbuatan, atau fikiran. Kita ajarkan bagaimana cara menyampaikan kebenaran meskipun itu sulit, bagaimana menyampaikan pendapat sendiri tanpa ada tekanan dari siapapun, karena ini juga menyangkut kejujurannya dalam berfikir dan berpendapat. Jujur dalam perbuatan kita mulai dari hal seperti mengmbalikan uang lebih yang bukan haknya, misal ketika kita minta tolong anak kita untuk membelikan sesuatu, kemudian ada kembalian meskipun itu kecil nilainya, anjurkan untuk mengembalikan terlebih dahulu meskipun nanti bisa meminta izin untuk menambah tabungan misalnya. Hal kecil seperti ini jangan sampai terlewat, karena kebiasaan ini bisa terbawa anak kita sampai mereka dewasa.

Ketiga, didiklah anak kita untuk berempati kepada sesama

Empati ini adalah rasa yang paling dasar yang harus dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial. Didik anak kita untuk berempati kepada saudara-saudaranya, teman-teman sebayanya, atau tetangganya. Sebisa mungkin jauhkan anak kita dari gadget yang berpotensi menjauhkan mereka dari rasa empati dan sosial. Ajarkan mereka untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan meski sedikit. Ajarkan mereka untuk mendengar curhat atau keluhan orang lain dengan seksama sebelum memberikan feedback atau komentar atas masalahnya. Hal-hal seperti ini sangat penting kedepannya karena empati sedini mungkin harus dilatih. Karena jika sudah beranjak dewasa, itu akan melekat pada diri anak kita

Keempat, didiklah anak kita untuk cinta kepada Allah SWT

Cinta kepada Sang Pencipta bisa dengan melakukan shalat berjamaah setiap hari di rumah agar anak kita terbiasa beribadah, terbiasa berdo’a, terbiasa berdzikir. Jika sudah terbiasa, kelak akan sangat aneh jika mereka sekali waktu terlambat atau tidak ingat kepada Allah SWT. Ceritakan tentang syariat-syariat yang biasa kita jalani seperti shalat, puasa, aqiqah, zakat, dll. Sebisa mungkin shalat 5 waktu sudah bisa terlaksana sebelum mereka masuk usia 6 atau 7 tahun, karena ketika anak sudah masuk ke umur ini, mereka akan bertemu dengan banyak anak lain dengan latar belakang yang berbeda-beda, sebisa mungkin anak kita sudah mengerti apa itu prinsip keluarga yang wajib dilaksanakan, dan apa-apa yang harus ditinggalkan. Jika anak masih belum mengerti hal tersebut pada usia ini maka kemungkinan untuk terpengaruh anak lain sangat besar

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat dengan Kami Sekarang